22
2010
Eloknya Pementasan Sendratari Ramayana (Ramayana Ballet)
Perjalanan wisataku ke kota Gudeg Jogja diakhiri dengan menyaksikan pementasan Sendratari Ramayana di kawasan Candi Prambanan. Kawasan pementasan Sendratari Ramayana ini terlihat bersih dan dirawat dengan baik. Begitu masuk di kawasan pementasan, kita akan disambut bapak-bapak paruh baya dengan mengenakan pakaian adat jawa dan aluanan gamelan yang meneduhkan hati. Suasana yang menakjubkan makin terasa saat kita memasuki panggung terbuka yang mengambil latar belakang Candi Prambanan. Begitu megah karena mengambil latar belakang Candi Prambanan yang diterangi lampu, yang menambah nilai eksotisnya. Entahlah, saya harus bahagia atau sedih pada saat ada seorang wisatawan asing di sebelah saya berceloteh dalam bahasa mereka “saya kira tempatnya buruk, tetapi ternyata tempat ini lebih bagus dari yang saya pikirkan”. Pikirku dalam hati “berarti tempat-tempat di Indonesia dinilai buruk dalam pandangan mereka dong…”. Terlepas dari itu, tempat ini memang mengundang decak kagum kita.
Didatangi oleh sebagian besar para turis luar negeri, sendratari Ramayana ini diawali dengan sambutan oleh sang pembawa acara dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Pada saat saya menonton Sendratari Ramayana ini, saya menyaksikan bagian ke-2 dari 4 bagian legenda Ramayana dan Shinta. Bagian ini bercerita tentang pembebasan gadis cantik bernama Sinta oleh si Anoman dari tangan si kejam Rahwana. Lekukan tarian indah para penari menghiasai jalannya pementasan yang berdurasi 2 jam ini. Bagi saya, bagian awal cerita ini terlalu panjang dan cenderung membosankan. Bahkan karena membosankan, saya melihat wisatawan asing di sebelah saya menguap dan menundukkan kepalanya beberapa kali untuk mengusir rasa bosannya. Tetapi sekalipun bagian awal cerita ini bagi saya membosankan, saya masih dapat melihat banyak wisatawan asing lain yang memandang ke arah panggung dengan seksama dan beberapa kali memberikan tepuk tangan selama pementasan ini digelar. Bagian paling menarik dari cerita ini adalah saat Anoman membakar Alengkadiraja, istana Rahwana. Untuk menggambarkan bagaimana Alengkadiraja dibakar oleh si Anoman, di panggung telah disediakan properti bangunan yang diberi jerami di atasnya, dan si Anoman benar-benar membakar gambaran Alengkadiraja itu. Sebuah pemandangan yang luar biasa dengan latar belakang Candi Prambanan.
Sebagai informasi, pertunjukan di panggung terbuka ini diadakan tiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu, pkl 19.30-21.30. Harga tiket untuk pementasan ini adalah Rp.250.000,- (VIP), Rp.175.000,- (Kelas Khusus), Rp.150.000,- (Kelas I), Rp.75.000,- (Kelas II). Tiket dapat dipesan ataupun langsung dibeli di lokasi pementasan, di sebelah barat Candi Prambanan. Selain di panggung terbuka, pementasan ini juga dilangsungkan di Panggung tertutup Trimurti.
Jika anda orang Indonesia, jangan kalah dengan para wisatawan asing yang telah menyaksikan pertunjukan ini. Anda harus menyaksikan pertunjukan ini! Inilah budaya bangsa kita yang harus tetap kita jaga.
Related Posts
5 Comments + Add Comment
Leave a comment
Komentar Terakhir
- teatoose on Dumai, Kota Sederhana nan Kaya
- irma on Dumai, Kota Sederhana nan Kaya
- teatoose on Dumai, Kota Sederhana nan Kaya
- irma on Dumai, Kota Sederhana nan Kaya
- teatoose on Dumai, Kota Sederhana nan Kaya
Arsip
- September 2010 (1)
- August 2010 (7)

An article by teatus






Tus… ini punyamu ya? great..
Hihihi… menyalurkan keinginan untuk belajar nulis…
indonesiaaa banget~
kapan-kapan bahas pantai ia
Nice writing. Cuma ada salah ketik dikit =) Jadi pengen liat pertunjukannya.
Coba aja nonton, menyenangkan kok… Sarannya beli aja yang Kelas II karena bedanya gak banyak banget kok… Cuma masalah posisi, yang kelas II agak di samping, tetapi tetap posisi enak untuk menonton….