<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>teatus.com</title>
	<atom:link href="http://www.teatus.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.teatus.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 05:14:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Dumai, Kota Sederhana nan Kaya</title>
		<link>http://www.teatus.com/dumai-kota-sederhana-nan-kaya/</link>
		<comments>http://www.teatus.com/dumai-kota-sederhana-nan-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 06:14:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teatus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teatus.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Kota yang baru saja mendapatkan status sebagai kotamadya ini menjadi salah satu kota kunjunganku pada petualanganku Pekanbaru &#8211; Dumai &#8211; Malaysia &#8211; Batam di akhir Februari 2010. Saat pertama kali datang ke kota ini, tak ada kesan positif yang muncul di pikiranku. Bahkan anggapanku cenderung negatif, aku pikir kota ini sepi, tidak ada daya tarik apapun. Bahkan begitu sampai di kota ini, aku langsung bisa berpikir &#8220;Besok aku harus keluar dari kota ini&#8221;. Pak Sap, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; margin-right: 10px;"><a href="http://www.teatus.com/wp-content/uploads/2010/09/peta-dumai.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-73" title="peta-dumai" src="http://www.teatus.com/wp-content/uploads/2010/09/peta-dumai-300x261.jpg" alt="" width="300" height="261" /></a></div>
<p>Kota yang baru saja mendapatkan status sebagai kotamadya ini menjadi salah satu kota kunjunganku pada petualanganku Pekanbaru &#8211; <a title="Dumai" href="http://www.riau.go.id/index.php?mod=halutama&amp;link=dumai" target="_blank">Dumai</a> &#8211; Malaysia &#8211; Batam di akhir Februari 2010. Saat pertama kali datang ke kota ini, tak ada kesan positif yang muncul di pikiranku. Bahkan anggapanku cenderung negatif, aku pikir kota ini sepi, tidak ada daya tarik apapun. Bahkan begitu sampai di kota ini, aku langsung bisa berpikir &#8220;Besok aku harus keluar dari kota ini&#8221;.</p>
<p>Pak Sap, seorang yang penuh dengan kesederhanaan. Dia hanyalah seorang tukang becek, tetapi dia seorang yang berhati besar. Di tengah kota yang terus berkembang, dia tetap bangga dengan profesinya saat ini. Sesekali dia bercerita mengenai saudara-saudaranya yang tidak bisa menerima keadaannya sebagai tukang becak.</p>
<p>Pak Sap begitu senang dapat berjumpa dengan saya, satu hari bersama cukup untuknya menganggapku sebagai anaknya. Dia bilang &#8220;jika kapan-kapan datang ke Dumai dan terjadi apa-apa, bilang kamu punya ayah di sini!!!&#8221;. Wah&#8230; hatiku begitu senang mendengar kata-katanya yang begitu memiliki makna yang mendalam itu. Hari itu, aku dibawa pula berkunjung ke rumahnya yang sederhana, terbuat dari triplek, hanya dibangun dalam waktu 2 hari, tetapi dia menceritakan rumah itu dengan sangat bangga. Bahkan dia berkata &#8220;jika satu kali nanti datang lagi ke Dumai, tidur saja di rumah saya, tidak perlu tidur di Hotel!&#8221;.</p>
<div style="float: left; margin-right: 10px;"><a href="http://www.teatus.com/wp-content/uploads/2010/09/dumai-pak-sap.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-74" title="dumai-pak-sap" src="http://www.teatus.com/wp-content/uploads/2010/09/dumai-pak-sap.jpg" alt="" width="300" height="309" /></a></div>
<p>Hari itu aku diajaknya menunggangi becak kebanggaannya sampai jam 7 malam berkeliling kota Dumai yang merupakan bagian dari <a title="Propinsi Riau" href="http://www.riau.go.id" target="_blank">Propinsi Riau</a> itu. Setelah lelah dia mengayuh sepedanya, kami mengobrol kesana kemari 30 menit di depan hotel tempat aku menginap. Pagi harinya sebelum aku melanjutkan perjalananku ke Malaysia, aku sekali lagi dibawa berputar-putar kota dengan tujuan yang berbeda lagi dari hari sebelumnya. Perjalanan pagi itu semakin membuatku mengenal Dumai sebagai kota yang kaya.</p>
<p>Kota ini bukanlah kota yang besar. Bahkan sang sopir travel yang mengantarkanku dari Pekanbaru ke Dumai berkata &#8220;Dumai hanyalah kota transit ke Malaysia&#8221;. Tapi setelah 2 hari 1 malam saya ada di sana dan berkeliling kota, saya menyadari bahwa kota ini kota yang sangat kaya. Bayangkan saja di kota ini terdapat berhektar-hektar kebun kelapa sawit, Perusaan Minyak  Caltex, pelabuhan gerbang internasional, dll. Seperti Pak Sap yang sederhana tetapi memiliki hati yang kaya, begitu juga kesanku terhadap kota sederhana nan kaya ini begitu mendalam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teatus.com/dumai-kota-sederhana-nan-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hebatnya Indonesia di Dunia Internet</title>
		<link>http://www.teatus.com/hebatnya-indonesia-di-dunia-internet/</link>
		<comments>http://www.teatus.com/hebatnya-indonesia-di-dunia-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 13:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teatus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teatus.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia boleh terpuruk di beberapa hal. Tetapi di dunia internet, nasib Indonesia berkata lain. Indonesia termasuk negara yang berpengaruh di dunia maya ini. Fakta-fakta di bawah ini menunjukkan hebatnya Indonesia di dunia internet. Pengguna Internet Data yang dilansir oleh Internet World Stats menempatkan Indonesia di peringkat ke-5 pengguna internet terbesar di Asia dan peringkat ke-12 untuk level dunia dengan angka 30 juta pengguna internet pada akhir tahun 2009. Bahkan menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; margin-right: 10px;"><a href="http://www.teatus.com/wp-content/uploads/2010/08/indonesia-internet.jpg"><img class="size-full wp-image-62" title="indonesia-internet" src="http://www.teatus.com/wp-content/uploads/2010/08/indonesia-internet.jpg" alt="Indonesia Internet" width="200" /></a></div>
<p>Indonesia boleh terpuruk di beberapa hal. Tetapi di dunia internet, nasib Indonesia berkata lain. Indonesia termasuk negara yang berpengaruh di dunia maya ini. Fakta-fakta di bawah ini menunjukkan hebatnya Indonesia di dunia internet.</p>
<p><strong>Pengguna Internet</strong><br />
Data yang dilansir oleh <a title="Internet World Stats" href="http://www.internetworldstats.com/stats.htm" target="_blank">Internet World Stats</a> menempatkan Indonesia di peringkat ke-5 pengguna internet terbesar di Asia dan peringkat ke-12 untuk level dunia dengan angka 30 juta pengguna internet pada akhir tahun 2009. Bahkan menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), saat ini pengguna internet di Indonesia telah mencapai angka 45 juta orang (Juni 2010). Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia memang luar biasa. Bayangkan saja, di tahun 1999 pengguna internet di Indonesia hanya 1 juta dan di tahun 2000 hanya 2 juta pengguna internet, tetapi saat ini telah bertumbuh ke angka yang sangat fantastis. Menkominfo bahkan menargetkan pengguna internet di Indonesia di tahun 2015 adalah 50% dari penduduk Indonesia. Jadi sekitar 120 juta jika penduduk Indonesia pada tahun itu adalah 240 juta.</p>
<p><a title="Facebook Titus" href="http://www.facebook.com/titus.cahya" target="_blank"><strong>Facebook</strong></a><br />
Untuk jejaring sosial paling populer saat ini, yaitu Facebook, jumlah pengguna facebook di Indonesia menempati peringkat ke-3 dunia dengan angka 23.516.140. Angka itu hanya kalah sekitar 1/2 juta dari peringkat 2 yaitu Inggris. Jadi jelas tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa waktu ke depan, jumlah pengguna facebook di Indonesia akan menempati peringkat ke-2 dunia.</p>
<p><a title="Twitter Titus" href="http://twitter.com/titus_cahya" target="_blank"><strong>Twitter</strong></a><br />
Sedangkan untuk Twitter, Indonesia menempati peringkat pertama pengguna Twitter di Asia dan ke-6 di dunia. Bahkan karena banyaknya pengguna Internet di Indonesia, kosa kata Indonesia sering masuk dalam trending topics (salah satu fitur unggulan dari Twitter yang menghadirkan berbagai topik yang sedang trend saat itu). Sebut saja Rana dan Marsha (dua pelajar yang tweetnya sempat memicu hujatan), Indonesia Muslim (menyatakan muslim Indonesia bukan teroris), SCTV NOW (saat Gita Gutawa live di SCTV), JJF (saat pagelaran Java Jazz Festival), ARIEL PETERPORN (merujuk ke peredaran video porno mirip Ariel) dan Nonton IMB (saat berlangsung semifinal acara Indonesia Mencari Bakat di Trans TV).</p>
<p>Pada tanggal 17 Juni 2010, nama Sherina Munaf (<a title="Sherina Munaf Twitter" href="http://twitter.com/sherinamunaf" target="_blank">@sherinamunaf</a>) bahkan sempat bertengger di posisi ketiga tweeps (pengguna Twitter) paling berpengaruh (<em>most influential</em>) dengan skor 82,6. Pengaruh selebritis muda Indonesia ini bahkan mengalahkan beberapa selebritis Twitter seperti Aston Kutcher yang pada waktu itu hanya berada peringkat kedelapan.</p>
<p><strong>Lain-lain</strong><br />
Ada banyak rekor lain yang diciptakan anak-anak bangsa kita dalam dunia Internet. Beberapa diantaranya adalah transaksi perdagangan online dari Indonesia di tahun 2009 mencapai angka Rp 35 trilliun, beberapa website hasil kreasi anak bangsa menempati <a title="Top 1000 sites" href="http://www.alexa.com/topsites/global;12" target="_blank">Top 1000 top sites on the web</a>, seperti <a title="Kaskus" href="http://www.kaskus.us" target="_blank">Kaskus</a> (260), <a title="Detik" href="http://www.detik.com" target="_blank">Detik</a> (494), <a title="Kompas" href="http://www.kompas.com">Kompas </a>(723). Peringkat kaskus.us saat ini bahkan mengalahkan beberapa situs-situs terkenal seperti <a title="Bebo" href="http://www.bebo.com" target="_blank">Bebo</a> (jejaring sosial), <a title="Meebo" href="http://www.meebo.com" target="_blank">Meebo</a> (layanan pesan instan dan email), <a title="Bloomberg" href="http://www.bloomberg.com" target="_blank">Bloomberg</a> (situs berita bisnis). Bahkan pada bulan April 2010, forum Kaskus pernah ditawar oleh Google dan Yahoo! sebesar USD 50 juta (sekitar Rp 475 miliar). Tawaran itu ditampik mentah-mentah oleh Andrew Darwis, sang pendiri dan pemilik Kaskus. &#8220;Sebenarnya kalau ada yang berani membeli USD 60 juta saja, saya lepas,&#8221; canda pria kelahiran 20 Juli 1979 ini. Sebagai informasi, saat ini Kaskus berpenghasilan 2-3 miliar setiap bulannya.</p>
<p>Angka-angka tersebut menggambarkan betapa besarnya peran negara kita di dunia internet. Anda boleh bangga dengan diri Anda sendiri karena Anda menjadi penyumbang rekor-rekor tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teatus.com/hebatnya-indonesia-di-dunia-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>.co, Sang Kompetitor .com</title>
		<link>http://www.teatus.com/co-sang-kompetitor-com/</link>
		<comments>http://www.teatus.com/co-sang-kompetitor-com/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 10:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teatus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teatus.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja saya mengeluh sulitnya mendapatkan nama domain .com yang baik, ternyata ada kabar yang sangat menyenangkan. Setelah 25 tahun .com mendominasi nama domain di internet, akhirnya kompetitior dari .com muncul juga, yaitu .co, yang pada tanggal 20 Juli kemarin diluncurkan. Bayangkan saja, saat ini sudah terdapat kurang lebih 90.000.000 alamat website yang menggunakan TLD (Top Level Domain) .com. Sehingga bagi Anda yang berencana membeli nama domain .com, sangat sulit untuk menemukan nama yang ideal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: left; margin-right: 10px;"><a href="http://www.teatus.com/wp-content/uploads/2010/08/domain-.co_.jpg"><img class="size-full wp-image-56" title="Domain .co" src="http://www.teatus.com/wp-content/uploads/2010/08/domain-.co_.jpg" alt="Domain .co" width="130" height="87" /></a></div>
<p>Baru saja saya mengeluh <a href="http://www.teatus.com/selamat-datang-di-teatus-com/">sulitnya mendapatkan nama domain .com</a> yang baik, ternyata ada kabar yang sangat menyenangkan. Setelah 25 tahun .com mendominasi nama domain di internet, akhirnya kompetitior dari .com muncul juga, yaitu .co, yang pada tanggal 20 Juli kemarin diluncurkan. Bayangkan saja, saat ini sudah terdapat kurang lebih 90.000.000 alamat website yang menggunakan TLD (Top Level Domain) .com. Sehingga bagi Anda yang berencana membeli nama domain .com, sangat sulit untuk menemukan nama yang ideal (pendek, mudah diingat dan mewakili apa yang akan disajikan oleh website Anda).</p>
<p>Tim Draper, pendiri perusahaan Draper Fisher Jurvetson, berkata: &#8220;Untuk semua maksud dan tujuan, .com telah kehabisan nama domain yang berarti. Sebuah perjuangan yang sulit, terutama untuk memulai, untuk menemukan nama domain yang kredibel yang paling menggambarkan bisnis atau produk mereka&#8221;.</p>
<p>Domain .co sendiri awalnya adalah domain resmi untuk negara Kolombia, tetapi saat ini .co telah diadopsi untuk digunakan secara luas. Untuk semua tujuan praktis, domain .co sama dengan domain .com, yang berarti domain .co ditujukan untuk kepentingan komersial dan tersedia untuk semua orang. Salah satu keuntungan terbesar dari TLD .co, selain fakta bahwa mereka mirip dengan TLD .com, adalah kenyataan bahwa mereka sudah diakui secara luas. Lebih dari 20 negara, termasuk Inggris (.co.uk) dan Jepang (.co.jp), sudah menggunakannya untuk domain khusus negara mereka.</p>
<p>Apple, Microsoft, Amazon, Google dan perusahaan-perusahaan terkemuka yang lain bahkan telah mendaftarkan brand mereka dengan .co. Mereka memang mendapatkan kehormatan untuk membeli nama brand mereka dengan TLD .co, bahkan sebelum .co sendiri diumumkan dan dijual ke publik.</p>
<p>&#8220;Peluncuran domain .co hari ini mencerminkan tahap berikutnya dalam pertumbuhan dan perkembangan internet,&#8221; kata Juan Diego Calle, chief executive (CEO) CO Internet.</p>
<p>Berdasarkan Google Adwords, saat ini terdapat 277.000.000 pengguna internet yang mencari informasi tentang .co setiap bulannya. Angka ini menunjukkan bagaimana ketertarikan para peselancar internet untuk mencari informasi atau bahkan membeli nama domain yang ideal dengan TLD .co.</p>
<p>Bagi Anda yang saat ini berencana membeli domain untuk website pribadi atau perusahaan, saat ini adalah waktu yang tepat. Bahkan jika Anda ingin berinvestasi dengan membeli nama domain yang menjual, ini juga waktu yang tepat bagi Anda. Harga domain dengan TLD .co adalah $29,99 atau sekitar Rp. 300.000,- untuk setiap nama domain. Anda dapat melakukan cek domain untuk mengetahui ketersediaan nama yang Anda inginkan melalui <a href="http://www.godaddy.com">GoDaddy</a>. Lakukan sekarang atau mungkin Anda perlu menunggu 25 tahun lagi untuk mendapatkan kesempatan seperti ini.</p>
<p>Get your ideal .CO address before it&#8217;s gone!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teatus.com/co-sang-kompetitor-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eloknya Pementasan Sendratari Ramayana (Ramayana Ballet)</title>
		<link>http://www.teatus.com/eloknya-pementasan-sendratari-ramayana-ramayana-ballet/</link>
		<comments>http://www.teatus.com/eloknya-pementasan-sendratari-ramayana-ramayana-ballet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 07:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teatus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teatus.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan wisataku ke kota Gudeg Jogja diakhiri dengan menyaksikan pementasan Sendratari Ramayana di kawasan Candi Prambanan. Kawasan pementasan Sendratari Ramayana ini terlihat bersih dan dirawat dengan baik. Begitu masuk di kawasan pementasan, kita akan disambut bapak-bapak paruh baya dengan mengenakan pakaian adat jawa dan aluanan gamelan yang meneduhkan hati. Suasana yang menakjubkan makin terasa saat kita memasuki panggung terbuka yang mengambil latar belakang Candi Prambanan. Begitu megah karena mengambil latar belakang Candi Prambanan yang diterangi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float:left; margin-right:10px;"><a href="http://www.teatus.com/wp-content/uploads/2010/08/ramayana-ballet.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-48" title="ramayana-ballet" src="http://www.teatus.com/wp-content/uploads/2010/08/ramayana-ballet-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" /></a></div>
<p>Perjalanan wisataku ke kota Gudeg Jogja diakhiri dengan menyaksikan pementasan Sendratari Ramayana di kawasan Candi Prambanan. Kawasan pementasan Sendratari Ramayana ini terlihat bersih dan dirawat dengan baik. Begitu masuk di kawasan pementasan, kita akan disambut bapak-bapak paruh baya dengan mengenakan pakaian adat jawa dan aluanan gamelan yang meneduhkan hati. Suasana yang menakjubkan makin terasa saat kita memasuki panggung terbuka yang mengambil latar belakang Candi Prambanan. Begitu megah karena mengambil latar belakang Candi Prambanan yang diterangi lampu, yang menambah nilai eksotisnya. Entahlah, saya harus bahagia atau sedih pada saat ada seorang wisatawan asing di sebelah saya berceloteh dalam bahasa mereka &#8220;saya kira tempatnya buruk, tetapi ternyata tempat ini lebih bagus dari yang saya pikirkan&#8221;. Pikirku dalam hati &#8220;berarti tempat-tempat di Indonesia dinilai buruk dalam pandangan mereka dong&#8230;&#8221;. Terlepas dari itu, tempat ini memang mengundang decak kagum kita.</p>
<p>Didatangi oleh sebagian besar para turis luar negeri, sendratari Ramayana ini diawali dengan sambutan oleh sang pembawa acara dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Pada saat saya menonton Sendratari Ramayana ini, saya menyaksikan bagian ke-2 dari 4 bagian legenda Ramayana dan Shinta. Bagian ini bercerita tentang pembebasan gadis cantik bernama Sinta oleh si Anoman dari tangan si kejam Rahwana. Lekukan tarian indah para penari menghiasai jalannya pementasan yang berdurasi 2 jam ini. Bagi saya, bagian awal cerita ini terlalu panjang dan cenderung membosankan. Bahkan karena membosankan, saya melihat wisatawan asing di sebelah saya menguap dan menundukkan kepalanya beberapa kali untuk mengusir rasa bosannya. Tetapi sekalipun bagian awal cerita ini bagi saya membosankan, saya masih dapat melihat banyak wisatawan asing lain yang memandang ke arah panggung dengan seksama dan beberapa kali memberikan tepuk tangan selama pementasan ini digelar. Bagian paling menarik dari cerita ini adalah saat Anoman membakar Alengkadiraja, istana Rahwana. Untuk menggambarkan bagaimana Alengkadiraja dibakar oleh si Anoman, di panggung telah disediakan properti bangunan yang diberi jerami di atasnya, dan si Anoman benar-benar membakar gambaran Alengkadiraja itu. Sebuah pemandangan yang luar biasa dengan latar belakang Candi Prambanan.</p>
<p>Sebagai informasi, pertunjukan di panggung terbuka ini diadakan tiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu, pkl 19.30-21.30. Harga tiket untuk pementasan ini adalah Rp.250.000,- (VIP), Rp.175.000,- (Kelas Khusus), Rp.150.000,- (Kelas I), Rp.75.000,- (Kelas II). Tiket dapat dipesan ataupun langsung dibeli di lokasi pementasan, di sebelah barat Candi Prambanan. Selain di panggung terbuka, pementasan ini juga dilangsungkan di Panggung tertutup Trimurti.</p>
<p>Jika anda orang Indonesia, jangan kalah dengan para wisatawan asing yang telah menyaksikan pertunjukan ini. Anda harus menyaksikan pertunjukan ini! Inilah budaya bangsa kita yang harus tetap kita jaga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teatus.com/eloknya-pementasan-sendratari-ramayana-ramayana-ballet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Artikel di Blog</title>
		<link>http://www.teatus.com/menulis-artikel-di-blog/</link>
		<comments>http://www.teatus.com/menulis-artikel-di-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 14:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teatus</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teatus.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Jika dibandingkan seorang penulis, jelas bahwa saya tidak ada apa-apanya, saya masih sedang belajar, bahasa saya juga masih belepotan. Tetapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai teknik menulis, saya ingin membahas sisi lain dari menulis artikel untuk konsumsi dunia maya. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah pemilihan kata kunci atau sering disebut dengan niche. Seberapa banyak dari Anda memikirkan hal ini saat sedang menulis artikel untuk blog Anda? Apakah Anda memikirkan dari mana pengunjung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika dibandingkan seorang penulis, jelas bahwa saya tidak ada apa-apanya, saya masih sedang belajar, bahasa saya juga masih belepotan. Tetapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai teknik menulis, saya ingin membahas sisi lain dari menulis artikel untuk konsumsi dunia maya.</p>
<p>Hal yang perlu Anda perhatikan adalah pemilihan kata kunci atau sering disebut dengan niche. Seberapa banyak dari Anda memikirkan hal ini saat sedang menulis artikel untuk blog Anda? Apakah Anda memikirkan dari mana pengunjung blog Anda? Statistik menunjukkan penggunaan mesin pencari seperti <a title="Google" href="http://www.google.com" target="_blank">Google</a>, <a title="Yahoo" href="http://www.yahoo.com" target="_blank">Yahoo</a>, <a title="Bing" href="http://www.bing.com" target="_blank">Bing</a> masih menempati posisi teratas cara pengguna internet mencari informasi. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana artikel yang kita tulis dapat muncul dalam mesin pencari dan ditemukan oleh mereka yang membutuhkannya? Salah satu cara adalah dengan pemilihan kata kunci yang tepat.</p>
<p>Ketika saya menulis artikel untuk konsumsi dunia maya, saya meletakkan proses mencari kata kunci ini menjadi bagian awal dari proses menulis artikel. Saya menyadari betul bahwa mencari kata kunci merupakan fase penting agar tulisan kita dapat dinikmati oleh lebih banyak orang. Seorang ahli Internet Marketing mengatakan bahwa artikel kita harus memuat kata kunci sebanyak 3% &#8211; 8% dari jumlah keseluruhan kata dalam artikel. Perhatikan paragraf ini, bagaimana saya mengulang frasa &#8220;mencari kata kunci&#8221; sampai 4 kali, karena saya telah mengadakan riset terlebih dahulu dan saya menjadikan kata kunci &#8220;mencari kata kunci&#8221; menjadi salah satu target saya. Perhaitkan juga kata kunci &#8220;kemerdekaan Indonesia&#8221; yang saya gunakan dalam tulisan saya &#8220;<a title="Memaknai Kemerdekaan Indonesia" href="http://www.teatus.com/memaknai-kemerdekaan-indonesia" target="_blank">Memaknai Kemerdekaan Indonesia</a>&#8220;.</p>
<p>Terdapat alat yang dapat membantu kita untuk mencari kata kunci. Google menyediakan <em>google keyword tool </em>yang diberi nama <a title="Google Adwords" href="https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal" target="_blank">Google Adwords</a>. Alat ini biasanya digunakan oleh para pengais rejeki di Internet. Mereka menggunakan alat ini untuk menemukan kata-kata kunci yang baik yang bisa mendatangkan pengunjung ke website mereka. Kata &#8220;baik&#8221; di sini berati kata tersebut dicari oleh banyak orang tetapi memiliki sedikit saingan dari situs lain.</p>
<p>Sekalipun tidak bertujuan mencari uang lewat artikel yang kita tulis, tentu saja tidak salah jika kita menggunakan alat ini untuk menolong kita menemukan kata kunci yang dibutuhkan oleh pembaca. Tujuannya adalah supaya semakin banyak orang yang membaca artikel kita, dengan cara begitu artikel kita semakin bermanfaat bagi banyak orang.</p>
<p>Selamat mencoba!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teatus.com/menulis-artikel-di-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Supaya Kita Belajar</title>
		<link>http://www.teatus.com/supaya-kita-belajar/</link>
		<comments>http://www.teatus.com/supaya-kita-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 17:48:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teatus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teatus.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Kadang kita merencanakan sesuatu untuk tujuan yang baik Tapi tidak jarang semuanya berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan Dan bahkan sebaliknya, hal yang buruk yang kita terima Hal itu membuat kita sedih, kecewa, merasa gagal&#8230; Tapi tahukah kita bahwa semuanya itu Tuhan ijinkan? Supaya kita belajar mengerti rencanaNya saat apa yang kita harapkan tidak terjadi&#8230; Supaya kita belajar menyelesaikan masalah bersama dengan Tuhan saat kita tidak tahu lagi kemana harus melangkah&#8230; Supaya kita belajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kadang kita merencanakan sesuatu untuk tujuan yang baik<br />
Tapi tidak jarang semuanya berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan<br />
Dan bahkan sebaliknya, hal yang buruk yang kita terima<br />
Hal itu membuat kita sedih, kecewa, merasa gagal&#8230;</p>
<p>Tapi tahukah kita bahwa semuanya itu Tuhan ijinkan?<br />
Supaya kita belajar mengerti rencanaNya saat apa yang kita harapkan tidak terjadi&#8230;<br />
Supaya kita belajar menyelesaikan masalah bersama dengan Tuhan saat kita tidak tahu lagi kemana harus melangkah&#8230;<br />
Supaya kita belajar menyadari kekuatan Tuhan saat kita menjadi lemah&#8230;<br />
Supaya kita belajar merasakan pelukanNya yang hangat saat kita butuh kasih&#8230;<br />
Supaya kita belajar memahami hikmatNya yang tak terselami saat kita tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan &#8220;Mengapa terjadi?&#8221;<br />
Supaya kita belajar&#8230;</p>
<p>Satu hal yang aku tahu: &#8220;Tuhan selalu punya maksud untuk semua yang Dia ijinkan terjadi dalam hidupku&#8221;.<br />
Itu cukup bagiku.<br />
Janjiku: &#8220;Aku mau belajar&#8230;&#8221;<br />
Amin.</p>
<p style="text-align: right;">By: Titus<br />
28/06/2008<br />
11:30 &#8211; 11:43</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teatus.com/supaya-kita-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memaknai Kemerdekaan Indonesia</title>
		<link>http://www.teatus.com/memaknai-kemerdekaan-indonesia/</link>
		<comments>http://www.teatus.com/memaknai-kemerdekaan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 16:54:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teatus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teatus.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, tempat dimana saya dilahirkan dan bertumbuh, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) genap berusia 65 tahun. Setiap kali menjelang 17 Agustus, banyak persiapan dilakukan oleh masyarakat kita untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Persiapan yang biasa saya lihat adalah bersih-bersih kampung (kita yang tinggal di lingkungan kampung pasti mengalaminya), gapura-gapura yang dicat ulang, diadakan perlombaan-perlombaan (panjat pinang, balap bakiak, tarik tambang, makan kerupuk, balap karung, lari kelereng, dll). Pada malam 1 hari sebelum tanggal 17 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, tempat dimana saya dilahirkan dan bertumbuh, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) genap berusia 65 tahun. Setiap kali menjelang 17 Agustus, banyak persiapan dilakukan oleh masyarakat kita untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Persiapan yang biasa saya lihat adalah bersih-bersih kampung (kita yang tinggal di lingkungan kampung pasti mengalaminya), gapura-gapura yang dicat ulang, diadakan perlombaan-perlombaan (panjat pinang, balap bakiak, tarik tambang, makan kerupuk, balap karung, lari kelereng, dll). Pada malam 1 hari sebelum tanggal 17 Agustus biasanya juga diadakan tirakatan di sebagina besar kampung, ini merupakan bentuk syukur kepada Tuhan atas kemerdekaan yang telah peroleh.</p>
<p>Pagi hari 17 Agustus 2010 saya menyempatkan diri untuk membaca detik-detik <a title="Proklamasi Kemerdekaan Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia" target="_blank">proklamasi kemerdekaan Indonesia</a>. Jiwa ini rasanya bergelora membaca persiapan kemerdekaan RI saat itu, seolah menjadi saksi peristiwa saat itu. Bagaimana tidak, dalam suasana yang sanget genting, memanfaatkan peristiwa menyerahnya Jepang kepada sekutu, proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno &#8211; Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Saat itu diwarnai perbedaan pendapat antara generasi tua dan muda, generasi tua lebih memilih bersabar menunggu janji dari Jepang yang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia pada tanggal 24 Agustus, sedangkan generasi muda berpendapat bahwa proklamasi harus dilakukan secepatnya. Perbedaan pendapat ini memicu peristiwa Rengas Dengklok, yaitu penculikan Soekarno &#8211; Hatta oleh beberapa orang dari generasi muda. Anak-anak Soekarno-pun, Fatmawati dan Guntur yang waktu itu masih berusia 9 bulan ikut dibawa. Pilihan untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia secepatnya ternyata merupakan keputusan yang tepat, karena janji Jepang yang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia ternyata hanya merupakan trik Jepang, yang sebenarnya hanya akan menyerahkan kekuasaannya di Indonesia kepada sekutu.</p>
<p>Setelah disepakati proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, maka penyusunan teks proklamasi-pun dilakukan. Perundingan penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia antara generasi muda dan generasi tua berlangsung pkl 02.00 &#8211; 04.00 dini hari tanggal 17 Agustus 1945. Inilah hasil dari perundingan tersebut, naskah proklamasi yang ditulis oleh Sayuti Melik:</p>
<blockquote><p>Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.<br />
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan<br />
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.</p>
<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Atas nama bangsa Indonesia.<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Soekarno/Hatta</p></blockquote>
<p>Ada yang menarik dari naskah tersebut, yang mungkin tidak kita perhatikan. Tanggal naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia ditulis hari 17 boelan 8 tahoen 05. Mengapa &#8220;05&#8243;? Ternyata menurut penanggalan Jepang, hari itu adalah tanggal 17 Agustus 2605.</p>
<p>Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan bagi bangsa kita? Seberapa jauh kita telah meneruskan perjuangan para pahlawan yang harus mengorbankan nyawa mereka untuk membela tanah air tercinta? Mereka tidak gentar sedikitpun dengan para penjajah, sekalipun mereka hanya menggunakan senjata seadanya, harus bergerilya untuk memberikan perlawanan kepada para penjajah. Mari kita warisi SEMANGAT 45 mereka untuk membangun bangsa kita. MERDEKA!﻿</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teatus.com/memaknai-kemerdekaan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang di teatus.com!</title>
		<link>http://www.teatus.com/selamat-datang-di-teatus-com/</link>
		<comments>http://www.teatus.com/selamat-datang-di-teatus-com/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 16:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teatus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.teatus.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan untuk membuat blog pribadi akhirnya tercapai juga. Agak aneh sebenarnya karena sudah 3 tahun ini berkecimpung di dunia per-website-an, tapi tidak pernah memiliki website pribadi. Sudah beberapa website saya buat baik bekerja sendiri maupun bersama tim. Beberapa diantaranya Laptop Computer Deals, Comparison Advisor, Car Insurance Host, Ari MIDI, dll. Di YLSA (tempat saya bekerja) ada satu website yang saya kerjakan dengan teman-teman di sana, namanya Alkitab SABDA. Website yang satu ini luar biasa sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keinginan untuk membuat blog pribadi akhirnya tercapai juga. Agak aneh sebenarnya karena sudah 3 tahun ini berkecimpung di dunia per-website-an, tapi tidak pernah memiliki website pribadi. Sudah beberapa website saya buat baik bekerja sendiri maupun bersama tim. Beberapa diantaranya <a title="Laptop Computer Deals" href="http://www.laptop-computer-deals.net" target="_blank">Laptop Computer Deals</a>, <a title="Comparison Advisor" href="http://www.comparisonadvisor.com" target="_blank">Comparison Advisor</a>, <a title="Car Insurance Host" href="http://www.carinsurancehost.com" target="_blank">Car Insurance Host</a>, <a title="Ari MIDI" href="http://www.arimidi.com" target="_blank">Ari MIDI</a>, dll. Di <a title="YLSA" href="http://www.ylsa.org" target="_blank">YLSA</a> (tempat saya bekerja) ada satu website yang saya kerjakan dengan teman-teman di sana, namanya <a title="Alkitab SABDA" href="http://alkitab.sabda.org" target="_blank">Alkitab SABDA</a>. Website yang satu ini luar biasa sekali untuk dijadikan alat belajar Alkitab. Satu kali nanti pasti saya akan membahasnya untuk Anda semua.</p>
<p>Kembali ke topik tentang website ini, teatus.com akan berisi semua hal yang saya pelajari sehar-hari. Saya akan menulis banyak topik, bisa meliputi apa yang saya alami, review buku, teknologi, berita-berita terkini, programming, seo, dll, tergantung apa yang sedang saya pelajari. Latar belakang pembuatan website ini sederhana saja, saya merasa terlalu banyak hal yang kita dapat pelajari dalam hidup ini tetapi jarang sekali kita memaknai mereka, apalagi membagikannya kepada orang lain. Menurut saya dengan menulis pengalaman-pengalaman kita, sebenarnya memberikan kesempatan kepada kita untuk memaknai apa yang sedang kita alami plus dapat memberikan nilai tambah bagi orang lain.</p>
<p>Perjuangan terberat untuk website ini menurut saya adalah mendapatkan nama domain teatus.com. Ada beberapa nama domain yang sebenarnya saya incar, tetapi ternyata sudah digunakan oleh orang lain. Maklum&#8230; saat ini sulit sekali untuk mendapatkan nama domain, bayangkan saja saat ini terdapat <a title="Internet Statistics" href="http://www.whois.sc/internet-statistics/" target="_blank">121.650.518 domain aktif</a> (13 Agustus 2010). Akhirnya saya mengambil nama teatus.com dengan pertimbangan paling mendekati dengan nama saya dan pada waktu bersamaan saya juga mendapatkan ide mengenai design logonya. Mendapatkan nama domain yang <em>meaningful</em> dan sesuai memang membutuhkan daya kreativitas dan kesabaran kita, plus sedikit keberuntungan. Belum lagi jika kita mempertimbangkan nama domain yang menjual, jelas perlu dilakukan riset dulu.</p>
<p>Harapan saya, website ini dapat memberi nilai tambah atau bahkan inspirasi bagi Anda semua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.teatus.com/selamat-datang-di-teatus-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

